PEMBERDAYAAN PEMUDA SEBAGAI PEMANDU WISATA PROFESIONAL MELALUI PELATIHAN LEADERSHIP DAN PUBLIC SPEAKING
Keywords:
kepemimpinan, public speaking, pemberdayaan pemuda, SDM, inovasi desa wisataAbstract
Desa Lebih di Kabupaten Gianyar, Bali, memiliki potensi pariwisata yang signifikan, mulai dari pantai, budaya, hingga kuliner khas. Sekitar 35% penduduknya adalah pemuda berusia 18–30 tahun yang berpotensi menjadi pemandu wisata. Namun, sebagian besar belum memiliki keterampilan kepemimpinan (leadership) dan berbicara di depan umum (public speaking) yang memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan pemuda melalui pelatihan leadership dan public speaking agar mampu memberikan layanan wisata profesional serta mempromosikan potensi lokal secara efektif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi praktik lapangan, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Pelatihan berlangsung selama tiga hari (4–6 Agustus 2025) di Kantor Desa Lebih dengan 15 peserta anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman materi dari 64% menjadi 82%, peningkatan kepercayaan diri berbicara di depan umum sebesar 85%, serta peningkatan keterampilan memandu wisata sebesar 80%. Luaran kegiatan mencakup artikel pengabdian, HAKI poster pelatihan, publikasi digital melalui kanal media sosial, dan video dokumentasi. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan kompetensi pemandu wisata muda dan berpotensi direplikasi di desa wisata lain sebagai strategi penguatan SDM pariwisata berbasis lokal
References
Becker, Gary S. Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education. 3rd ed. Chicago: University of Chicago Press, 1993.
Burns, Alvin C., and Ronald F. Bush. Marketing Research. 6th ed. Upper Saddle River, NJ: Pearson Education, 2010.
Chambers, Robert. Participatory Rural Appraisal (PRA): Challenges, Potentials and Paradigm. World Development 22, no. 10 (1994): 1437–1454.
Eade, Deborah. Capacity-Building: An Approach to People-Centred Development. Oxford: Oxfam GB, 1997.
Kolb, David A. Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1984.
Okazaki, Etsuko. “A Community-Based Tourism Model: Its Conception and Use.” Journal of Sustainable Tourism 16, no. 5 (2008): 511–529.
Pretty, Jules N. “Participatory Learning for Sustainable Agriculture.” World Development 23, no. 8 (1995): 1247–1263.
Putnam, Robert D. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster, 2000.
Supriyanto, Agus, Yulianto, and Dwi Rahayu. “Pengaruh Penguasaan Bahasa Asing terhadap Kinerja Pemandu Wisata.” Jurnal Pariwisata Nusantara 2, no. 1 (2020): 45–54.
Wulandari, Ayu, and Putu Adi. “Efektivitas Metode Participatory Learning dalam Peningkatan Keterampilan Pemandu Wisata Lokal.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 5, no. 2 (2021): 112–121.











